NEXT SYSTEM Robotics Learning Center

  • Home
  • Pelatihan
  • Robot Edukasi
  • Lego Mindstorms NXT
  • Parallax
  • Mikrokontroler
  • Motor Gearbox Roda
  • Sensor
  • Prestasi
  • About

Dalam Tiga Hari Bisa Membuat Robot

| August 16, 2010

CHRISTIANTO Tjahyadi (kanan) menunjukkan cara kerja robot-robotnya di padepokan kawasan Baranangsiang Kota Bandung, Sabtu (14/8). Menurut Chris, Indonesia sebenarnya punya potensi besar untuk mengembangkan dunia robotik ini.* NURYANI/”PR”

Membuat robot ternyata tidak serumit yang dipikirkan banyak orang. Tidak perlu kuliah empat tahun atau pelatihan berbulan-bulan kalau sekadar ingin membuat robot cerdas. Cukup meluangkan waktu tiga hari, siapa pun bisa merakit dan menghasilkan sebuah robot.

Padepokan robot Next System adalah salah satu tempatnya. Di tempat inilah semua orang yang tertarik dengan robot bisa memperoleh pelatihan bagaimana membuat robot dengan cara yang mudah dan sederhana. “Sebetulnya tidak sulit, dalam tiga hari pun siapa saja bisa membuat robot. Artinya dia bisa membuat program, merakit, sampai akhirnya membangun sebuah robot sesuai dengan keinginan pembuat dan membawa pulang robot tersebut,” kata penggagas padepokan, Christianto Tjahyadi saat ditemui di lokasi pelatihan, Sabtu (14/8).

Menurut Chris, Indonesia sebenarnya punya potensi besar untuk mengembangkan dunia robotik ini. Bahkan, tidak perlu mengimpor robot-robot produksi luar negeri untuk memenuhi kebutuhan robot para pegiat robot termasuk sekolah dan perguruan tinggi. “Sayangnya belum banyak orang yang peduli dan berkonsentrasi di bidang ini. Padahal seperti di sini, saya bisa memproduksi robot-robot dengan bahan lokal. Tidak perlu beli robot Lego dari negara lain, kita juga bisa. Harga sudah pasti jauh lebih murah dan yang penting perawatannya mudah. Bandingkan dengan lego yang ketika rusak tidak bisa diapa-apakan lagi, padahal itu investasi,” ujarnya.

Chris menambahkan, pelatihan robotik semacam ini sebenarnya tidak hanya diperuntukkan bagi siswa, guru, dan kalangan akademisi. Para profesional dan orang tua juga bisa mempelajari cara merakit robot. “Ada robotic for kids, for teacher, for parents, dan robotic for family. Bahkan beberapa waktu lalu kami juga sempat melatih para profesional muda di sebuah perusahaan besar. Sebab dengan robot ini kita belajar menyelesaikan masalah, analisis, hingga solusi,” tuturnya.

Salah satu peserta pelatihan dari SMAN 1 Gadingrejo Lampung, Jumiran mengatakan dirinya bersama tiga siswanya sengaja datang ke Bandung untuk belajar lebih banyak mengenai robot.

“Ya mumpung libur juga dan sekalian dalam rangka persiapan menuju Kontes Robot Nasional tingkat SMA Oktober nanti. Pelatihan semacam ini cocok sekali untuk siswa dan saya berharap di sekolah nanti bisa membuka ekskul khusus robotik,” katanya. Salah seorang siswa, Ramadhan Aditya, mengaku sangat senang bisa belajar banyak hal dari pelatihan di Kota Bandung. (Nuryani/”PR”)***

Sumber: H.U. Pikiran Rakyat, 16 Agustus 2010

Comments
Comments Off
Categories
Liputan Media
Tags
Belajar Mikrokontroler, belajar mikrokontroler di Bandung, belajar robot di bandung, pelatihan robotik, pelatihan robotik untuk guru

Robotika di Daerah Mulai Menggeliat

| June 15, 2010

Bandung – Anggapan robotika hanya menjadi konsumsi masyarakat kota besar tampaknya akan runtuh. Sebabnya, sekolah-sekolah di daerah di luar kota besar sudah mulai menggeliat. Virus robotika telah menyebar ke beberapa kota kecil termasuk di luar Pulau Jawa.

Adalah NEXT SYSTEM Robotic Learning Center yang getol menularkan virus robotika. Tak hanya di kota besar, kota-kota kecil seperti Tegal, Klampok dan beberapa kota di Jabar serta luar Pulau Jawa mulai berdatangan ke markas besar NEXT SYSTEM yang berada di ITC Kosambi, Ruko F2, Jalan Baranangsiang 6-8, Bandung.

Program yang bernama Robotic Camp for Teacher menjadi andalan NEXT SYSTEM untuk mewariskan ilmu robotika ke guru-guru.

“Program ini sudah berjalan selama 2 tahun. Dan memang targetnya adalah pengajar. Baik guru, dosen atau instruktur robot di learning center,” papar Christianto Tjahyadi, Managing Director NEXT SYSTEM Robotic Learning Center saat berbincang dengan detikINET, Senin (14/6/2010).

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pengetahuan dasar tentang robotika. Mulai dari bagaimana robot bekerja, menggunakan sensor, menyinergikan gerakan robot dengan sensor serta bagaimana robot bisa diperintah untuk melakukan suatu pekerjaan.

“Mereka belajar dasarnya. Pulang dari sini tinggal kreativitas mereka untuk menggali lagi kemampuannya,” ungkapnya.

Salah satu peserta pelatihan tersebut, Gagah Manunggal Putra, dari SMP Negeri 7 Tegal, mengaku motivasi pihaknya mengikuti pelatihan tersebut karena memiliki misi untuk mengenalkan robotika di Tegal.

Gagah Manunggal Putra, S.Kom (SMPN 7 Tegal), Puput Gunadi, S.S. (SMAN 1 Klampok) dan Drs. Akhmad Murtadho (SMPN 7 Tegal) di kelas Robotics for Teacher, 7-9 Juni 2010.

“Tegal belum ada robotika. Sudah saatnya Tegal bicara tentang robotika,” kata pria yang mengajar TIK ini.

Bagi Gagah, robotika merupakan satu pelengkap dalam menerapkan konsep ‘4R in Education’. Konsep ini yang kemudian menjadi salah satu motivasi pihaknya mengejar ilmu ke Bandung.

“Kita ingin menjadikan ‘4 R in Education’ berlaku di sekolah kami. Reading, writing, arithmetic dan ditambah satu lagi yakni robotic. Karena dengan robotika, anak didik kita diajar lebih logis, matematis serta teliti. Ini yang akan menjadi bekal mereka nantinya,” katanya optimis.

Ditanya tentang kendala finansial yang selama ini selalu menjadi kendala bagi sekolah-sekolah, bahkan di kota besar sekalipun dalam mengembangkan robotika, Gagah mengaku bahwa di daerah, kendala tersebut tidak ada.

“Justru di daerah kami tidak mengalami kendala tersebut. Kalaupun tidak ada dana, kita bisa cari sponsor. Buktinya keberangkatan kita juga mendapat restu dari Pemkot Tegal. Yang penting kita optimis dan punya keyakinan bahwa robotika menjadi nilai tambah bagi kita semua,” tegasnya.

Sumber: detik.com

Comments
Comments Off
Categories
Liputan Media
Tags
Robotika di Daerah Mulai Menggeliat

Robot Bukan Keagungan Teknologi Semata

| May 15, 2010

Sabtu, 15 Mei 2010 | 14:48 WIB

Oleh Cornelius Helmy

Sang Saka Merah Putih berkibar lagi dalam ajang Robogames 2010 di San Mateo County Event Center, Amerika Serikat, 24-25 April. Robot DU-114 buatan Universitas Komputer Indonesia menjadi juara dunia dalam kategori Open Firefighting Autonomous Robot.

Setahun lalu, versi awal DU-114 merebut medali emas untuk kategori yang sama. Robot pemadam kebakaran yang dibidani Yusrila Kerlooza dan Rodi Hartono itu berhasil menaiki tangga, menemukan, dan memadamkan titik api lebih cepat dari peserta lain.

“Menjadi luar biasa karena kami bersaing dengan negara pengembang teknologi yang sudah sangat maju, seperti Amerika dan Inggris,” ujar Yusrila.

Prestasi lain diraih tim Divisi Robotika Unikom dalam Kompetisi Robot Indonesia dan Kompetisi Robot Cerdas Indonesia (KRI-KRCI) Regional II-2010. Tiga robotnya meraih juara pertama di semua kategori KRCI. DU 114 V10 juara di kategori Senior Beroda, DU 116 di Senior Berkaki, dan DU 99-V2 pada Expert Battle.

Pengalaman yang sama diraih Next System, lembaga penyelenggara program pelatihan mikrokontroler dan robotik. Hingga Mei ini enam gelar juara diraih tim binaannya. Beberapa di antaranya adalah tim SDK Trimulia (juara 1 dan 2 kategori Junior 1 T-Rex 2010), tim SMPK Trimulia (juara 2 kategori Junior 2 T-Rex 2010 serta juara 1, 2, dan 3 kategori Senior T-Rex 2010), dan tim Foxhound (juara 2 Robotic Day 2010).

“Sebelumnya, tim Vini Vidi Vici berhasil meraih medali perak kategori Maze Solving kelompok umur 13-18 tahun di South East Asia Robotics Olympiad 2009,” ujar Managing Director Next System Christianto Tjahyadi.

Bukan tujuan akhir

Akan tetapi, meski telah meraih prestasi dunia, mereka sepakat tujuan akhir pengembangan robot saat ini tidak sekadar mengejar prestasi. Robot hanyalah sarana untuk tujuan lain yang lebih mulia. Yusrila berharap kemampuan membuat robot bisa digunakan mahasiswa sebagai bekal masa depannya. Mereka tidak semata-mata bisa membuat robot, tetapi juga menanamkan sikap disiplin, sabar, rajin, dan mampu bekerja dalam tim untuk semua jenis aktivitas.

“Sejak membidani Divisi Robotika Unikom pada 2005, saya lebih sabar berhadapan dengan orang lain. Bahkan saya menjadi lebih teliti dalam mengajarkan beragam hal,” katanya.

Christianto mengatakan, proses pembuatan lebih penting ketimbang mempelajari robot yang sudah jadi. Alasannya, banyak hal penting yang bisa dijadikan pelajaran dalam beragam kegiatan. Ia mencontohkan Robot Edukasi buatan Next System. Robot Edukasi bisa membawa siswa lebih memahami pelajaran di sekolah, seperti menghitung diameter roda untuk Matematika, belajar bahasa pemrograman di mata pelajaran komputer, serta menghitung gerak dan momentum benda yang ada dalam mata pelajaran Fisika.

Pembuatan robot juga bisa berfungsi sebagai alat latih psikologis melalui praktik kerja sama tim. Hal itu terbukti dengan banyaknya perusahaan yang menggunakan jasa pembuatan robot sebagai materi utama kegiatan outbound. Bahkan pembuatan robot telah dijadikan alat terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. “Ketakutan masyarakat saat ini adalah robot menggantikan tugas manusia. Namun, lebih dari itu, teknologi dalam robot justru bisa membantu manusia menyelesaikan beragam hal sulit,” kata Christianto yang peserta pelatihannya berasal dari Aceh hingga Makassar.

Dosen pembimbing Unikom di KRI-KRCI 2010, Taufiq Nuzwir Nizar, juga berharap agar terciptanya robot bukan tujuan akhir pembuatnya. Pembuatnya harus mempertimbangkan unsur keuntungan lain yang didapat dalam proses pembuatannya.

“Setidaknya ada dua keuntungan yang didapat ketika memilih aktivitas pembuatan robot. Selain teliti dan disiplin, seseorang akan mengerti teknologi pembuatan robot yang nanti pasti berperan besar membantu aktivitas manusia,” ujar Taufiq.

Comments
Comments Off
Categories
Liputan Media
Tags
next system bandung, next system kosambi bandung, Robot Bukan Keagungan Teknologi Semata

Robot Edukasi: Teman Belajar Anak

| November 9, 2009

CHIP 11/2009 – Brand “Robot Edukasi” dikembangkan oleh NEXT SYSTEM Robotics Learning Center. Sejak robotika menjadi tren di kalangan anak-anak dan sekolah, kebutuhan akan perangkat robot meningkat. Sayangnya, pasar perangkat robotika diisi oleh produk-produk impor berharga mahal. Robot ini lalu dikembangkan agar anak-anak dan sekolah berbujet yang terbatas juga bisa mencicipi asyiknya merakit dan memprogram robot.

“Sesuai namanya, robot ini memang ditujukan untuk pembelajaran robotika,” kata Christianto. Robot ini mulai diperkenalkan pada awal 2008 dan memiliki beberapa varian. Tiap varian dijual dalam satu set – ada yang sudah terakit, ada yang masih terurai komponennya. Saat ini, Robot Edukasi telah di-distribusikan di Aceh hingga Makassar.

Paket Robot Edukasi sudah disertai dengan program yang dapat di-install sendiri oleh penggunanya. Pemrogramannya menggunakan bahasa familiar, seperti BASIC, C dan Pascal, serta mendukung sistem operasi Windows, Linux dan Macintosh.

Robot Edukasi tampil dalam rupa mobile robot (robot beroda). Menurut Christianto, mobile robot adalah yang paling mudah dibangun dan dipelajari. Selain itu, banyak aplikasi robot bisa dikembangkan dari mobile robot. Contohnya, line following robot (penjejak garis), light seeking robot (pencari sumber cahaya), obstacle avoidance (yang bisa menghindari penghalang), remote controlled robot dan sound activated robot.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Robot Edukasi, silahkan menghubungi:

NEXT SYSTEM
Robotics Learning Center
ITC Kosambi F2
Jl. Baranang Siang 6-8
Bandung 40112
Tel. (022) 4222062, 70775874

Email: info@nextsys.web.id

Comments
Comments Off
Categories
Bermain Robotika, Liputan Media, Pelatihan Robotika, Pemberitaan Media, Pemrograman Robot, robot edukasi
Tags
Robot Edukasi: Teman Belajar Anak

Ketika Demam Robot Menyerang

| October 9, 2009

GATRA No.48 / 8-14 Oktober 2009 – Mereka tentu tidak sedang merangkai bunga. Tapi, “Jauh-jauh datang kemari hendak belajar merangkai robot,” kata Adi, guru SMP Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Guru ilmu komputer itu sudah empat hari mengikuti pelatihan robot di kantor Next System di Bandung. Next System dikenal sebagai perusahaan yang memberikan program pelatihan mikrokontroler dan robotika untuk umum.

Adi berharap, pelatihan ini dapat menjadi penunjang belajar para siswanya. “Robotika mesti dikuasai para siswa,” kata Adi.

Ternyata, peserta yang dapat tak hanya anak-anak SD. Para pehobi robot, masyarakat umum, hingga ibu-ibu rumah tangga pun bermunculan. Next System bahkan khusus membuat program pelatihan “Robotics for Families” untuk menampung peserta ibu rumah tangga. “Pesertanya memang beragam, dari anak umur delapan tahun hingga dewasa 50 tahun. Klien kami juga berasal dari Aceh hingga Makassar,” ujar Managing Director Next System, Christianto Tjahyadi.

Next System juga menawarkan paket kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan, juga menyelenggarakan program untuk guru dan keluarga. Tiap program dirancang khusus sesuai dengan karakter dan keinginan peserta. Kelas anak-anak, misalnya, difokuskan pada pengenalan dasar robotik dan kreativitas. “Tiap kelas, pesertanya maksimal 6 orang. Di sini, mereka dapat membentuk robot sesuai dengan kreasinya,” kata Christianto.

NEXT SYSTEM
Robotics Learning Center
ITC Kosambi F2
Jl. Baranang Siang 6-8
Bandung 40112
Tel. (022) 4222062, 70775874

Email: info@nextsys.web.id

Comments
Comments Off
Categories
Liputan Media
Tags
Ketika Demam Robot Menyerang, next system bandung, Next System di Majalah GATRA

Products / Services

  • Pelatihan
  • Robot Edukasi
  • Lego Mindstorms NXT
  • Parallax
  • Mikrokontroler
  • Motor Gearbox Roda
  • Sensor
  • Prestasi

Recently Twittered

  • Open Forum untuk kalangan terbatas, silahkan hubungi info@nextsys.web.id untuk ketersediaan tempat. 1 day ago
  • Open Forum: Road to ITB Galelobot 2010 dilangsungkan di Padepokan Robotik NEXT SYSTEM :) 1 day ago
  • Open Forum : Road to ITB Galelobot 2010, setiap Senin, 14.30-16.30, selama September - Oktober 2010. 1 day ago
  • Kelas Robotic for Parents : 22-24 September 2010. Untuk para Orang Tua yang ingin memberikan bimbingan robotik kepada putra-putrinya. 1 week ago
  • Kelas pelatihan Pemrograman Mikrokontroler AVR dan Aplikasinya dalam Robotik : 1-3 September 2010. 1 week ago
  • More updates...

Yahoo! Chat

 

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Hit Counter

html hit counter

Live Traffic

Archives

  • September 2010
  • August 2010
  • July 2010
  • June 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • March 2010
  • February 2010
  • January 2010
  • December 2009
  • November 2009
  • October 2009
  • September 2009
  • August 2009
  • July 2009
  • June 2009
  • May 2009
  • April 2009
  • March 2009
  • February 2009
  • January 2009
  • December 2008
  • November 2008
  • October 2008
  • August 2008
  • June 2008
  • May 2008
  • April 2008
  • January 2008
rss Comments rss valid xhtml 1.1 design by jide powered by Wordpress get firefox