Robot Edukasi: Teman Belajar Anak

Posted on Posted in Bermain Robotika, Liputan Media, Pelatihan Robotika, Pemberitaan Media, Pemrograman Robot, robot edukasi

CHIP 11/2009 – Brand “Robot Edukasi” dikembangkan oleh NEXT SYSTEM Robotics Learning Center. Sejak robotika menjadi tren di kalangan anak-anak dan sekolah, kebutuhan akan perangkat robot meningkat. Sayangnya, pasar perangkat robotika diisi oleh produk-produk impor berharga mahal. Robot ini lalu dikembangkan agar anak-anak dan sekolah berbujet yang terbatas juga bisa mencicipi asyiknya merakit dan memprogram robot.

“Sesuai namanya, robot ini memang ditujukan untuk pembelajaran robotika,” kata Christianto. Robot ini mulai diperkenalkan pada awal 2008 dan memiliki beberapa varian. Tiap varian dijual dalam satu set – ada yang sudah terakit, ada yang masih terurai komponennya. Saat ini, Robot Edukasi telah di-distribusikan di Aceh hingga Makassar.

Paket Robot Edukasi sudah disertai dengan program yang dapat di-install sendiri oleh penggunanya. Pemrogramannya menggunakan bahasa familiar, seperti BASIC, C dan Pascal, serta mendukung sistem operasi Windows, Linux dan Macintosh.

Robot Edukasi tampil dalam rupa mobile robot (robot beroda). Menurut Christianto, mobile robot adalah yang paling mudah dibangun dan dipelajari. Selain itu, banyak aplikasi robot bisa dikembangkan dari mobile robot. Contohnya, line following robot (penjejak garis), light seeking robot (pencari sumber cahaya), obstacle avoidance (yang bisa menghindari penghalang), remote controlled robot dan sound activated robot.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Robot Edukasi, silahkan menghubungi:

NEXT SYSTEM
Robotics Learning Center
ITC Kosambi F2
Jl. Baranang Siang 6-8
Bandung 40112
Tel. (022) 4222062, 70775874

Email: info@nextsys.web.id

Robotika Semakin Diminati

Posted on Posted in Belajar Mikrokontroler, belajar robot, Bermain Robotika, Pelatihan Robotika, Pemberitaan Media, Pemrograman Mikrokontroler, Pemrograman Robot

CHIP 11/2009NEXT SYSTEM Robotics Learning Center, lembaga pelatihan robotika yang berbasis di Bandung ini mulai berdiri pada tahun 2007 sebagai bagian dari Next System, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi.

Dalam kompetisi robot di ajang Indonesia ICT Award 2009, 28-29 Juli lalu, ada empat tim binaan Next System yang keluar sebagai juara dalam kategori Maze Solving Robot. Di tingkat SMA/SMK, tim Chibibot menjadi juara 1 dan tim Vini Vidi Vici sebagai juara 2. Sementara di tingkat SMP, tim Undefeated Lightning Bolt dan tim Night Stalker masing-masing menjadi juara 2 dan juara 3. Prestasi tim binaan Next System juga dibuktikan dalam South East Asia Robotic Olympiad (SEARO) 2009 yang digelar di Solo, 25-28 Juni lalu. Dalam kompetisi itu, mereka meraih medali perak.

Menurut Christianto Tjahyadi, managing director dan kepala tim riset Next System, semakin banyak kalangan masyarakat yang tertarik dengan robotika. Itulah yang melatarbelakangi pendirian NEXT SYSTEM Robotics Learning Center. “Kami melihat peningkatan animo masyarakat dari berbagai kalangan terhadap robotika. Keberadaan learning center ini menjadi upaya kami untuk menyebarkan pengetahuan robotika secara lebih luas,” paparnya.

Sebenarnya, banyak mata pelajaran di sekolah yang menjadi dasar ilmu dan teori robotika. Misalnya saja Matematika dan Fisika. Sayangnya, para guru di sekolah masih mengalami kendala dalam memberikan pengetahuan dasar robotika itu kepada para siswanya. “(Karena itu) lembaga ini didirikan sebagai wujud dari kepedulian kami terhadap dunia pendidikan. Kami ingin membantu sekolah dalam ‘membumikan’ atau mengaplikasikan teori-teori yang didapatkan oleh para siswa dari guru mereka di sekolah.”

Lembaga pendidikan ini menyasar target anak remaja dan dewasa. Dengan mempelajari dan menerapkan pelajaran di sekolahnya ke dalam robotika, para siswa juga bisa lebih memahami esensi pelajaran-pelajaran yang mereka dapat di sekolah. Selain dibekali pengetahuan teknis, peserta pelatihan di Next System juga diberikan program motivasi.

“Jadi, pelajarannya tidak hanya menyentuh aspek kognitif, namun juga aspek afektif dan psikomotor,” kata Christianto. Menurut pembina tim robotika SMP dan SMA Trimulia, Bandung ini, cukup banyak siswa yang di sekolahnya dinilai kurang pandai justru bisa menjadi juara dalam kompetisi robotika.

Selengkapnya dapat dibaca di Chip Online.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan robotika yang kami selenggarakan, silahkan menghubungi:

NEXT SYSTEM
Robotics Learning Center
ITC Kosambi F2
Jl. Baranang Siang 6-8
Bandung 40112
Tel. (022) 4222062, 70775874

Email: info@nextsys.web.id

Asyiknya Mengutak-Atik Robot

Posted on Posted in Aktivitas Robotik, Pemberitaan Media

Dessy Rosalina – KONTAN Weekend
Sabtu, 22 Agustus 2009

Dari Hobi Jadi Prestasi

Lain lagi dengan Christianto Tjahyadi. Pria ini berkenalan dengan hobi robotik sejak 2004. “Waktu itu saya tidak sengaja menemukan situs mikrokontroler yang merupakan pengendali atau otak pada robot,” kenang Christianto.

Lulusan teknik elektro ini lantas tertarik mencari tahu lebih dalam mengenai otak robot. Pada 2006, Christianto menjajal pembangunan robot berbentuk mobil. Begitu berhasil, ia pun semakin keranjingan.

Seperti Agus, Christianto juga bisa hanyut hingga 5 jam saat mengutak-atik robot. “Bisa karena asyik corat-coret di atas kertas atau bikin program di komputer,” ujar Christianto.

Di Indonesia, memang baru segelintir orang yang tertarik dengan hobi robotik. “Karena hobi ini masih dianggap mahal. Kebanyakan orang yang hobi ini nantinya terjun ke riset pendidikan,” ungkap Agus.

Lantaran komponen robotik yang mahal, keduanya memang mengungkap sejauh ini para pehobi robotik melanjutkan hobi mereka lewat pekerjaan.

searo092Misalnya saja Christianto yang kini menjadi Managing Director Next System Robotics, sebuah pelatihan robotik. Adapun Agus kini melakoni profesi sebagai dosen tetap Teknik Komputer, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung.

Dari hobi, mereka berhasil mengukir prestasi. Agus misalnya, pernah menjadi juara 1 Kontes Robot Cerdas Pemadam Api pada 2007, juara 1 Kontes Robot Cerdas Indonesia 2008 dan 2009. “Gara-gara hobi jadi senang juga karena setelah menang bisa ketemu presiden,” tuturnya.

Christianto juga tak mau kalah, ia dan tim binaan Next System Robotics menyabet segudang penghargaan robotik semisal medali perak South East Asia Robotics Olympiad, Solo pada 2009.

Ada satu keinginan mereka, yaitu membentuk komunitas sebagai sarana diskusi dan silahturahmi.

Untuk menyiasati hobi robotik mahal, Christianto mengaku kerap menggunakan komponen bekas. “Saya biasanya mengambil dari komponen mainan anak-anak semisal motor dan roda yang nanti ditambah mikrokontroler,” ujar Christianto.

Prospek Teknologi AI Menjanjikan

Posted on Posted in Pemberitaan Media

logo_cetak

Jumat, 24/04/2009 00:28 WIB

BANDUNG: Implementasi teknologi artificial intelligence (AI) di masa mendatang akan banyak digunakan kalangan industri finansial.

Indrawanto, Dosen Otomasi Industri Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan aplikasi konvensional dari teknologi itu saat ini masih banyak digunakan sebatas kalangan manufaktur.

“Mayoritas sifatnya masih mendukung proses produksi, karena otomatisasi AI membuat proses produksi berjalan sesuai estimasi. Namun, dalam waktu mendatang, ini akan ber-ubah,” katanya dalam Galelobot ITB 2009, kemarin.

Artificial intelligence merupakan perpaduan bidang automasi pada teknik mesin dengan rekayasa peranti lunak, yang memungkinkan terciptanya proses robotisasi yang mengacu prilaku serupa pada makhluk hidup. Misalnya, proses mesin tradisional yang memerlukan aktuator roda gigi dengan bantalan yang sebenarnya meniru otot tubuh. Demikian pula model gerakan robot AI yang sebenarnya meniru gerakan binatang.

Christianto Tjahyadi, Managing Director Next System (pusat pendidikan robot di Bandung), menambahkan, aplikasi mekanik yang aplikatif dan bermanfaat harus diutamakan mereka yang menggeluti AI.

oleh: Muhammad Sufyan

URL : http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/teknologi-informasi/1id114459.html