Pelatihan Mikrokontroler dan Robotik

Posted on Posted in Aktivitas Robotik, Belajar Mikrokontroler, Belajar Robotika, Bermain Mikrokontroler, Bermain Robotika, Mikrokontroler MSP430, Mikrokontroler untuk anak, NS.One, Pelatihan Lego Mindstorms NXT, Pelatihan Mikrokontroler, Pelatihan mikrokontroler untuk anak, Pelatihan Robotika, Pemrograman Mikrokontroler, Pemrograman Raspberry Pi, Pemrograman Robot, Pemrograman Robot Lego Mindstorms NXT, seminar robotika, workshop robotik

NEXT SYSTEM Robotics Learning and Experience Center, yang dikenal juga dengan nama Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, menyelenggarakan sejumlah program pelatihan intensif untuk pembelajaran mikrokontroler, robotik dan teknologi informasi. Beberapa platform pelatihan mikrokontroler dan robotik yang kami selenggarakan saat ini, diantaranya adalah: MCS-51 (8051/8052), Atmel AVR, Microchip PIC, ARM Cortex-M, BASIC Stamp, Arduino, Texas Instruments MSP430, Raspberry Pi dan Lego Mindstorms NXT / EV3. Serta sejumlah platform yang bersifat custom / by request.

Platform ARM Cortex-M yang saat ini kami support adalah STMicroelectronics, NuvotonInfineon, Freescale, NXP dan Texas Instruments. Platform ARM Cortex-M lainnya, seperti Atmel dan yang lainnya, bersifat pilihan. Artinya, peserta dapat menyampaikan request kebutuhan terkait dengan platform tersebut. #armcortex

Kini, semua kalangan dari berbagai usia, gender dan latar belakang pendidikan, dapat mempelajari mikrokontroler dan robotik dengan cara yang asyik, mudah dan menyenangkan.

Untuk platform mikrokontroler MCS-51 (AT89S51/52) terdapat pilihan pemrograman dengan Bahasa C, BASIC dan Pascal. Walaupun platform MCS-51 terkesan sudah tua, mengingat usia arsitekturnya yang hampir 40 tahun, namun tetap eksis dan terus dikembangkan. Beberapa varian baru dari keluarga MCS-51 memiliki kapasitas dan kecepatan yang tidak kalah dengan arsitektur mikrokontroler yang lebih baru.

Untuk platform mikrokontroler Atmel AVR terdapat pilihan pemrograman dengan Bahasa C, BASIC dan Pascal. Di Indonesia, Atmel AVR adalah salah satu keluarga mikrokontroler yang memiliki jumlah peminat yang cukup tinggi. Harus diakui, kalangan pendidikan menjadi penyumbang terbesar penggunaan chip ini. Keberadaan Arduino pun turut berperan dalam memperbesar market share Atmel AVR. Padepokan NEXT SYSTEM menyediakan pilihan pembelajaran yang lengkap untuk platform mikrokontroler AVR, baik pemrograman maupun aplikasinya, termasuk aplikasi Robotik dan Internet of Things. #robotik #internetofthings

Untuk platform mikrokontroler Microchip PIC, terdapat pilihan pemrograman dengan Bahasa C, BASIC dan Pascal. Microchip PIC memiliki keunggulan di ranah industri, karena sejak awal, memang fokus di bidang yang satu ini.

Untuk platform ARM Cortex-M, pemrograman dilakukan dengan Bahasa C. Market share chip berbasis ARM Cortex-M terus membesar seiring dengan animo yang terus meningkat. Semakin banyak aplikasi serius yang menggunakan platform ARM Cortex-M, yang memang menawarkan kapasitas, fasilitas dan performa yang baik. Bahkan untuk implementasi Real Time Operating System (RTOS), dapat dilakukan dengan maksimal, karena hardware, sedari awal, sudah mendukungnya; dengan menyediakan RAM yang cukup besar serta performa CPU yang mumpuni.

Untuk platform Raspberry Pipemrograman menggunakan Bahasa Python dan Bahasa C/C++. Raspberry Pi merupakan single board computer dan saat bekerja dengannya, kita bekerja di lingkungan komputer. Hanya saja, Raspberry Pi menyediakan sejumlah fitur secara terbuka, khususnya terkait dengan akses GPIO, komunikasi data secara Serial (UART), I2C dan SPI. Dengan dukungan prosesor yang cukup cepat, maka implementasi aplikasi berbasis sistem operasi dan multithreading, dapat dilakukan dengan mudah. Aplikasi Computer Vision adalah salah satu aplikasi yang banyak diminati, selain home automation / smart home — termasuk Internet of Things, dan aplikasi lain yang memerlukan pengendali berupa sebuah komputer dengan ukuran fisik sebesar kartu kredit, termasuk Robotik.

Untuk platform Texas Instrument MSP430pemrograman menggunakan Bahasa C. Platform ini menawarkan low power, namun tetap menjaga kinerja. Keluarga MSP430 ber-arsitektur 16-bit, cukup populer dan memiliki fans yang cukup besar.

Untuk platform BASIC Stamp pemrograman dilakukan dengan Bahasa BASIC. Walaupun keberadaannya tergerus oleh Arduino, namun tetap menjadi pilihan yang menyenangkan bagi pemula dan mereka yang setia dengan pemrograman menggunakan Bahasa BASIC.

Untuk platform Robot Lego Mindstorms NXT, terdapat pilihan pemrograman dengan NXT-G yang berbasis grafis, Bahasa C, Bahasa Java dan Bahasa Python. Opsi GUI disarankan untuk pemula, sementara Bahasa C dan Java disarankan untuk tingkat lanjut.

Seluruh program pelatihan mikrokontroler dan robotik yang diselenggarakan NEXT SYSTEM Robotics Learning Center menekankan aspek penerapan berdasarkan prinsip learning by doing dan learning by experience. Dalam latihan, tantangan maupun proyek yang dibahas di kelas, diangkat kasus-kasus nyata yang kerap dijumpai di sekitar. Pembelajaran dimulai dengan dasar-dasar mikrokontroler, interfacing, prinsip-prinsip pemrograman mikrokontroler, serta sejumlah aplikasi dan tantangan.

Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan intensif selama beberapa hari, sesuai dengan durasi pelatihan dari subjek yang dipilih, peserta dapat memiliki bekal dan cara pandang yang baru mengenai mikrokontroler, serta mampu mengaplikasikannya dengan baik dan efisien, dengan memanfaatkan sejumlah fitur utama yang dimiliki mikrokontroler yang dipelajarinya.

Seluruh subyek pelatihan mikrokontroler dan robotik yang kami selenggarakan dapat dilihat di bagian Pelatihan Mikrokontroler dan Robotik.

Kami pun menyelenggarakan sejumlah kelas khusus seperti: Robot Line Follower, Robot Line Follower dengan Kendali PID, Robot Maze Solver, Robot Transporter, Robot Prison Break, Hacking Arduino, Lego Mindstorms NXT Extreme, Physical Computing, Kompetensi Mikrokontroler dan Robotika, dan sejumlah program lain yang bersifat custom.

Juga program pelatihan khusus, seperti: Robotic for Teachers, Robotic for Parents, Robotic for Olympiad, Robotic for Families, dan yang lainnya.

Kami pun menyelenggarakan program pelatihan khusus untuk kompetisi robotik. Dalam program ini, peserta akan mengembangkan robot dari nol, sesuai dengan target dari kompetisi yang akan diikutinya.

Bagaimana dengan kelas mikrokontroler dan robotik untuk siswa / mahasiswa?

Untuk siswa dan mahasiswa, kami menyelenggarakan program Student Class. Program ini berlangsung setiap hari Sabtu. Program Robotic for Kids menggunakan platform robot Lego Mindstorms NXT Education untuk pemula, dan Robot Edukasi untuk tingkat lanjutan. Selain itu, terdapat opsi program Microcontroller for Kids, dimana anak akan belajar apa itu mikrokontroler dan aplikasinya dari dasar.

Untuk anak sekolah tingkat universitas (mahasiswa) yang ingin mengikuti kelas dengan satu kali pertemuan setiap minggunya, dapat mengikuti kelas Mikrokontroler dan Aplikasi Robotik, setiap hari Sabtu.

Dan bagi mereka yang ingin mengikuti program khusus untuk persiapan mengikuti kompetisi robotik, kami menyediakan program exclusive Robotic for Olympiad. #robotik

Program Bimbingan Tugas Akhir

Program Bimbingan Tugas Akhir adalah program pembekalan dan pembelajaran khusus untuk menyiapkan mahasiswa agar dapat menyelesaikan proyek tugas akhirnya secara mandiri dan percaya diri. Informasi lebih lengkap mengenai program ini dapat dilihat di bagian lain di halaman web ini. Peserta dapat mendaftar kapan saja, selama tempat masih tersedia. #bimbingantugasakhir

Program Bimbingan Tugas Akhir memiliki lebih dari 300 alumni, dari berbagai kampus di Indonesia, Singapura dan Jerman.

Change your life today. Don’t gamble on the future, act now, without delay!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kelas pelatihan yang diselenggarakan, jadwal dan pendaftaran, silahkan menghubungi kami:

NEXT SYSTEM
Robotics Learning and Experience Center
Komplek ITC Kosambi Ruko F2

Jl. Baranang Siang 6-8
Bandung 40112
Tel. (022) 4222062 (Voice) | 085100775874 (Voice / SMS) | 082119977597 (SMS)
Whatsapp whatsapp 082119977597 | whatsapp 085722055501
Email: info@nextsys.web.id atau nextsystem.robotics@gmail.com

# Change your life today. Don’t gamble on the future, act now, without delay!

Jadwal Pelatihan

Berikut adalah jadwal kelas pelatihan intensif reguler dan seminar / workshop yang akan berjalan serta slot waktu pelatihan yang masih available: warna hijau (waktu dan subyek tentative), warna biru (subyek sudah pasti), warna merah (seluruh tempat sudah terisi).

  • 13/08/18 – 14/08/18 : Mikrokontroler AVR dan Aplikasi Power Control, 2 Hari
  • 20/08/18 – 21/08/18 : Mikrokontroler ARM Cortex-M, Modbus dan CAN, 2 Hari
  • 27/08/18 – 31/08/18 : Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Real Time Operating System, 5 Hari
  • 03/09/18 – 06/09/18 : Pemrograman dan Aplikasi Mikrokontroler AVR, 4 Hari
  • 12/09/18 – 14/09/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 17/09/18 – 21/09/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 24/09/18 – 28/09/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 02/10/18 – 05/10/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 08/10/18 – 12/10/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 15/10/18 – 19/10/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 22/10/18 – 26/10/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 29/10/18 – 02/11/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 05/11/18 – 09/11/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 12/11/18 – 16/11/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 21/11/18 – 23/11/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 26/11/18 – 30/11/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 03/12/18 – 07/12/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 10/12/18 – 14/12/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*
  • 17/12/18 – 21/12/18 : Mikrokontroler | Raspberry Pi | Robotik | Internet of Things*

** Memiliki prasyarat

Warna hijau dengan asteriks (*) menunjukkan jadwal masih available dan subyek pelatihan yang tercantum adalah ilustrasi / tentative (tanggal dan subyek bisa berubah, daftar subyek pelatihan bisa dilihat di laman – pelatihan). Warna hijau tanpa asteriks menunjukkan jadwal masih tentative sementara subyek sudah pasti. Warna biru menunjukkan subyek sudah pasti, kelas belum dimulai, sudah ada peserta yang mendaftar namun tempat masih tersedia. Warna merah menunjukkan pendaftaran sudah ditutup (seluruh tempat yang tersedia sudah terisi).

Untuk informasi lebih lanjut dan memastikan status dari jadwal silahkan menghubungi kami melalui email info@nextsys.web.id atau nextsystem.robotics@gmail.com atau Whatsapp whatsapp 082119977597. #nextsystem

Gold Trophy di Kontes Robot Cerdas Pemilah Sampah 2012

Posted on Posted in Kompetisi Robot

Tim Robot NS.One berhasil meraih Gold Trophy di ajang Kontes Robot Cerdas Pemilah Sampah 2012 yang digelar di kampus Universitas Kristen Maranatha Bandung, 14 November 2012.

Tampak dalam gambar, Jocelyn Olivia Tjahyadi (kiri) dan Christabel Dorothy (kanan) – keduanya siswi satu SMP swasta di kota Bandung, beserta dengan Robot NS.One dan Gold Trophy yang diraihnya.

Tim Robot NS.One, yang merupakan tim binaan Padepokan Robot NEXT SYSTEM Bandung, terdiri dari dua siswi SMP : Jocelyn Olivia Tjahyadi dan Christabel Dorothy. Mengusung robot kreasi lokal yang dibangun sedemikian untuk menjawab tantangan kontes, dan merupakan satu-satunya robot lokal yang bertarung di ajang tersebut, dan satu-satunya robot yang dapat menyelesaikan misi secara sempurna serta mencetak skor sempurna.

Kontes robot yang satu ini memang mengedepankan adu cerdas, tidak seperti lomba robot kebanyakan, yang lebih mengedepankan adu cepat. Untuk itu, persiapan tim pun berlangsung cukup panjang, hampir 8 minggu secara intensif, dengan tantangan misi yang dipersulit.

Kontes robot seyogyanya memang demikian, lebih mendorong ke arah rancang bangun kecerdasan; karena di sanalah terletak keunggulan dari sebuah teknologi robot.

Anyway, selamat untuk seluruh tim. Tetap semangat dan teruslah berkarya untuk kemajuan anak bangsa!

Spirit of Youth Technology

Posted on Posted in Aktivitas Robotik

Padepokan Robot NEXT SYSTEM diundang untuk mengisi robot booth dalam event Spirit of Youth Technology, yang digelar Yamaha, 26-27 November 2011, bertempat di Cihampelas Walk, Bandung.

Pada acara tersebut, anak-anak peserta didik, diberi kesempatan untuk menyampaikan live robot presentation dan live robot demo, di depan publik terbuka, selama kurang lebih 15 menit. Sesi yang dipandu dua MC kocak tersebut berlangsung santai, dan anak-anak mampu mengatasi rasa tegang, dan melebur dalam atmosfir yang dikembangkan oleh pemandu.

Pada sesi tersebut, anak-anak berkisah mengenai pengalaman menekuni robotika, melahirkan sejumlah kreasi robot, dan menyampaikan demo secara live, mulai dari aplikasi yang paling sederhana : line following berbasis Robot Edukasi, dilanjutkan dengan Robot Pengangkut Sampah, dan terakhir, Robot Greenbird. Ketiganya merupakan robot kreasi lokal, sesuai dengan semangat yang diusung padepokan – Keunggulan Lokal untuk Keunggulan dan Kemandirian Bangsa.

Dalam mempelajari robotika, aspek teknis memang harus dikuasai dengan baik; namun, mengasah dan mengembangkan soft skill tidak boleh dilupakan. Tampil dan bicara di depan publik ~1.000 orang, bukanlah hal yg mudah, apalagi untuk mereka yang masih duduk di bangku SMP/SMA. Namun ini adalah kesempatan yg sangat baik utk menambah jam terbang. Dan misi ini dilakukan dengan baik oleh anak-anak peserta didik.

Tampak dalam gambar, dari kiri ke kanan – Ricky (SMA XII), Samuel (SMA XII), Michelle (SMA X) dan Jocelyn (SMP VIII), menerima sertifikat usai menyampaikan presentasi dan demo robot.

Kami senantiasa mendorong tumbuh kembang anak secara holistik, tidak hanya soal teknis.

NEXT SYSTEM
Padepokan Robot Bandung
Jl. Baranang Siang 6-8
Bandung 40112
Tel. (022) 4222062, (022) 70775874

Email: info@nextsys.web.id

Green Bird Menjerit Jika Mendeteksi Polutan

Posted on Posted in Liputan Media

Sirene “Green Bird” berbunyi. Menandakan keberadaan polutan udara yang membahayakan tubuh manusia. “Tuit..tuit..tuit,” begitu suarat yang dikeluarkan robot mungil pendeteksi polusi udara ini ketika mendeteksi adanya gas yang keluar dari sebuah korek pemantik api. Sumber gas disingkirkan dan robot pun kembali bergerak mencari polutan-poluatn lain yang mungkin masih ada di sekitarnya.

Begitulah cara kerja robot hasil karya Michelle Emmanuella (15), Jocelyn Olivia (13), dan Fairuuz (13). Dengan kreativitasnya, tiga siswa yang masih duduk di bangku SMP ini menciptakan robot yang mampu mendeteksi beradaan polutan berbahaya di udara. Dengan dibantu seorang mahasiswa, Michelle, Jocelyn, dan Fairuuz berkreasi membuat robot sederhana dengan fungsi yang luar biasa.

“Begitu ada polusi yang membahayakan dia akan berbunyi. Bisa gas karbondioksida, gas karbonmonoksida, gas elpiji, asap kebakaran, beberapa gas lain seperti metana juga bisa,” kata Michelle saat ditemui di Padepokan Robot Next System Jln. Baranang Siang Bandung, Senin (27/6).

Bentuk robot bernama Green Bird ini, menurut Michelle, dibuat sesederhana mungkin. Bahkan body robot hanya terbuat dari sebuah toples plastik kecil sementara kepala robot terbuat dari mangkuk plastik.

“Kenapa dinamai Green Bird karena tujuannya untuk kepedulian lingkungan dan bentuk kepalanya yang dibuat menyerupai burung,” tutur siswi SMP Trimulia yang akan melanjutkan studinya ke SMA Aloysius ini.

Pembuatan robot ini, kata Michelle, relatif mudah. Bahkan beberapa bahannya dibuat sendiri di Padepokan Next System, dan hanya sensornya yang merupakan produk impor. “Yang susah ya programnya, tapi menyenangkan dan nantinya bisa terus ditambah dengan beberapa kecerdasan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Jocelyn menuturkan, robot ini sangat memungkinkan untuk dipakai di lingkungan sekitar manusia. Misalnya berpatroli keliling kompleks perumahan atau ditempatkan di pusat-pusat kepadatan kendaraan bermotor. “Sudah dicoba di beberapa tempat. Di sekitar rumah, di jalan raya. Seperti di Pasteur. Pada jam-jam padat robotnya langsung berbunyi,” ucap siswi SMP BPK Penabur ini.

Menurut Jocelyn, robot ini bisa dioperasikan dalam dua mode. Mode otomatis dan mode manual. Robot Green Bird ini juga dilengkapi dengan kemampuan jelajah. Artinya, dia bisa mencari sumber polutan yang dideteksi. “Misalnya ada kebocoran gas atau kebakaran. Dia bisa menemukan dan mencari sumbernya dimana,” tuturnya.

Sementara itu, pendiri Padepokan Next System, Christianto Tjahyadi, menuturkan, hasil-hasil karya semacam inilah yang memang dibutuhkan agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan manusia. Apalagi kreasi Green Bird ini cukup sederhana dan bisa dilengkapi dan disempurnakan dengan berbagai fungsi lain yang akan lebih bermanfaat.

“Bentuknya bisa diperbesar. Fungsinya pun bisa ditambah. Bukan hanya mendeteksi tetapi juga menakar kadar polutan yang dideteksi,” ungkapnya.

Green Bird ini, kata Chris, baru versi awal dengan bentuk dan fungsi sederhana. Targetnya, selain kecerdasannya ditambah, nantinya robot ini juga bisa merekam data dan mengirimkan data polutan beserta nilai takarannya ke komputer.” Biayanya pasti akan lebih besar karena harus menambah sensor-sensor lagi. Kalau untuk yang ini relatif murah, tidak sampai Rp. 500.000,” ungkapnya. (Nuryani/”PR”)***

Wow, 2 Siswi Bandung Ciptakan Robot Pengukur Udara

Posted on Posted in belajar robot, Liputan Media
Oleh: Ageng Rustandi
Senin, 27 Juni 2011 | 18:31 WIB
INILAH.COM, Bandung – Michelle Emmanuella (15) dan Jocelyn Olivia (13), dua siswa binaan Next System Robotic Learning & Experience System berhasil menciptakan robot yang mampu mengukur kualitas udara.

“Konsep awal dari pembuatan robot ini adalah ikut kontribusi dalam penerapan Go Green di Kota Bandung dan bentuknya dengan mengukur kualitas udara,” ungkap Managing Director Next System Robotic Learning & Experience System Christianto Tjahyadi saat ditemui wartawan di ITC Kosambi, Jalan Baranangsiang Kota Bandung, Senin (27/6/2011).

Robot yang diberi nama Green Bird ini dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi gas-gas berbahaya bagi manusia, di antaranya, asap kebakaran, knalpot, elpiji, propana, dan karbon monoksida.

Selain itu, kelebihan lain dari robot Green Bird ini yakni menggunakan material lokal, mulai dari bodi, hingga material lainnya. “Yang menggunakan bahan impor hanya sensor karena kita sendiri masih sulit untuk membuatnya,” tambahnya.

Robot Green Bird ini merupakan robot prototipe dan bisa diaplikasikan di dalam kehidupan manusia. Biaya untuk pembuatan robot ini sendiri tergolong cukup murah dengan menghabiskan dana sekitar Rp 500 ribu.

“Untuk ke depan kita akan menambah kecerdasan robot. Di antaranya dengan menambah sensor jarak sehingga robot terhindar tabrakan, kemudian hasil pemantauan robot terkait kadar udara bisa dikirim dari robot ke komputer,” tandasnya. [gin]

Sumber: inilah.com atau inilahjabar.com

Juara Umum Kontes Robot Maranatha 2010

Posted on Posted in Kompetisi Robot

Dalam perhelatan Kontes Robot Maranatha 2010 – KROMA 2010, kontes robot tingkat nasional, yang berlangsung 3-4 November 2010, di Gedung Grha Widya kampus Universitas Kristen Maranatha Bandung; Padepokan Robot NEXT SYSTEM menurunkan satu tim untuk kategori Senior dan tiga tim untuk kategori Junior, yang berasal dari sejumlah sekolah di kota Bandung. Tim robot Vanquish (Senior) – Samuel Christian Tjahyadi dan Ricky Disastra, keduanya siswa kelas XI. Tim robot V24 Vantage (Junior) – Michelle Emmanuella Tjahyadi (kelas IX) dan Edsel Jeremy (kelas VII), tim NS OneJocelyn Olivia Tjahyadi (kelas VII), dan tim Red ArrowFairuuz Xaveria (kelas VII).

Kontes yang digelar Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha ini, cukup menguras adrenalin peserta, karena tantangan yang cukup sulit dan waktu kontes yang panjang. Setiap tim dituntut untuk mengerahkan seluruh kemampuannya secara maraton. Penilaian dilakukan terhadap banyak aspek, agar benar-benar obyektif. Dimulai dari penilaian terhadap proposal yang disampaikan saat mendaftar, presentasi di depan dewan juri, pertandingan babak kualifikasi dan babak final, masing-masing terdiri dari tiga tantangan yang berbeda.

Untuk kategori Senior, tim Vanquish berhasil meraih peringkat pertama (Emas). Sementara untuk kategori Junior, tim NS One dan V24 Vantage, masing-masing meraih peringkat pertama (Emas) dan kedua (Perak). Sementara tim Red Arrow, yang juga lolos ke final, meraih posisi Juara Harapan 3.

Di ajang KROMA 2010, seluruh tim robotik Padepokan Robot NEXT SYSTEM memiliki komitmen untuk tampil dengan robot kreasi sendiri, dengan berpegang pada prinsip “Yang Membuat Pasti Bisa Memperbaiki“.

Tim merancang konstruksi robot dari nol, untuk menjawab tantangan kontes. Robot yang dikembangkan secara gotong royong ini memiliki penampilan yang paling heboh dan eye catching, dan merupakan satu-satunya robot lokal di KROMA 2010. Juga satu-satunya robot yang dilengkapi dengan lengan penjepit aktif, yang mampu menangkap target dengan mengesankan.

Tim NS One yang meraih peringkat pertama kategori Junior, merupakan satu-satunya tim robotik dengan peserta tunggal putri, seorang siswi kelas VII. Raihan yang dicapai Jocelyn Olivia Tjahyadi memupus kesan bahwa prestasi robotik adalah milik siswa. Strategi yang diterapkannya mengundang tepuk tangan penonton saat babak final berlangsung, karena mampu menyelesaikan dua misi dengan skor sempurna.

Satu lagi prestasi tim robotik anak-anak Bandung di ajang kontes robotik yang diikuti oleh 26 tim dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Menjadi sebuah kebanggaan karena mereka berani tampil dengan robot kreasi lokal. Sebuah komitmen langka di tengah serbuan gencar produk robot impor saat ini.